Sosialisasi dan Desiminasi Pendataan Berbasis Online ke Disdik Provinsi se Indonesia
Bali -- Sosialisasi dan desiminasi pendataan berbasis online ke disdik provinsi se Indonesia diadakan pada tanggal 16-19 Oktober 2012 di Hotel Paradiso Bali dalam acara tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad.PhD, dalam pembukaan beliau menjelaskan, Tahun 2012 ini Kemdikbud memulai pendataan relasional artinya data saling berkorelasi dengan data Dikdas,Dikmen, Dikti yang akan dikoordinir oleh PDSP dengan acuan NISN dan data ini juga bersifat transaksional yaitu semua data pendidikan menengah yang dikumpulkan oleh unit utama (Ditjen Dikmen) sebagai acuan untuk mengajukan Bansos, RKB,BKM, sertifikasi guru bahkan merupakan salah satu untuk menerbitkan nomor peserta Ujian Nasional sehingga sangat efisien, efektif, akurat dan tepat waktu. Berdasarkan pengalaman selama ini dalam Rakernas ataupun rapat lainnya menurut Dirjen Dikmen sering terjadi perdebatan perbedaan data. Sehingga diambil kebijakan pendataan melalui Instruksi Mendiknas Nomor 2 Tahun 2011 tanggal 17 Oktober 2011 tentang kegiatan pengelolaan data pendidikan, khususnya dalam pengumpulan yang dilakukan unit utama (Ditjen Dikmen) yaitu melalui pendataan online agar layanan kepada sekolah lebih optimal. Hasil dari pendataan ini nantinya dijadikan untuk analisis ataupun pemetaan yang diserahkan kepada dinas pendidikan masing-masing ataupun pemegang kebijakan terkait.
Korelasi pendataan menengah yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dikoordinir oleh unit utama (Ditjen Dikmen) dengan PMU (Pendidikan Menengah Universal) yaitu untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam pendidikan yang pada akhirnya dalam menyerap tenaga kerja dan untuk mencari tahu data individualnya seperti sekolah, saranan, siswa, guru bahkan letak posisi sekolah. Sehingga lulusan SMP/MTs nantinya harus didorong untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar standar tingkat penghasilannya bertambah sehingga dapat bersaing dengan tenaga kerja luar negeri. Rata-rata tenaga kerja Indonesia yang bekerja diluar negeri adalah tamatan SD atau drop out dari SD. Indonesia diberi anugrah demografi yaitu angka harapan hidup Indonesia membaik.
Ada 3 program untuk mendukung PMU yang pertama Program Rintisan BOS SM sebesar Rp120.000/siswa/tahun untuk tahun 2012 dan rencana tahun 2013 sebesar Rp 1.000.000/siswa/tahun atau Rp 85.000/siswa/bulan dengan anggaran Rp 5,6T. Pada APBN 2013 Kemdiknas mendapatkan Rp13T dengan DAK Rp21T, anggaran tersebut besar terserap pada Pendidikan Menengah Universal, kedua Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang tahun 2012 disebut Bantuan Khusus Murid (BKM) yang pada tahun 2013 sebanyak 20% bagi SMA tetapi lebih besar 20% bagi SMK dari jumlah siswanya, per Juli 2012 akan disalurkan Rp1.000.000/siswa/tahun. BSM untuk biaya operasional. Serta Program Bantuan Beasiswa Prestasi sebesar 5% dari jumlah siswa dan yang ketiga Program Peningkatan Fasilitas Belajar, dalam USB atau RKB atau laboratorium atau perpustakaan atau rehab yang pengajuannya harus disetujui Dinas Pekerjaan Umum. Ditjen Dikmen sejak tahun 2010 menggelontorkan 6.000 RKB/tahun. Khusus tahun 2013 akan direvitalisasi bagi sekolah yang kondisi sangat buruk namun mempunyai prestasi siswa yang baik, dengan Rp.500.000.000/@paket.
Dirjen Dikmen menegaskan, "diharapkan dalam kampanye PMU bukan pendidikan menengah gratis, karena akan mendidik masyarakat lebih banyak menuntut dibanding belajar/bekerja keras." katanya. (jls)
Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan
Jakarta --- Sejak kebudayaan berintegrasi masuk ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka salah satu program prioritas adalah bagaimana memberikan penguatan pada bagian hulu, yaitu melalui Program Internalisasi Nilai dalam rangka Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan. Dari unit pendidikan sendiri sejak tahun 2010 telah menerapkan pendidikan berbasis karakter, maka kehadiran kebudayaan diharapkan dapat mewarnai apa yang telah dikawal oleh unit pendidikan.
Bentuk-bentuk kegiatan dalam penyelenggaraan Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan untuk tahun 2012 dilakukan oleh jajaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. Kegiatan yang dilakukan antara lain Persemaian Nilai, Sosialisasi dan Kampanye di berbagai media massa, Internalisasi Nilai ke berbagai target audiens, serta monitoring dan evaluasi.
“Permasalahan karakter sangat kompleks. Selama ini pendidikan karakter tampak kurang termanifestasikan dengan baik dalam kehidupan bangsa,” ujar Wamendikbud bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, saat menggelar jumpa pers bersama Wamendikbud bidang Pendidikan, Musliar Kasim, di Gedung A Kemdikbud, (27/9).
Sementara Wamendikbud Musliar Kasim mengatakan, sejak awal perancangan pendidikan karakter, sekolah menjadi sasaran utama, karena ada siswa dan guru di sana. “Ada nilai dan karakter baik yang ingin disosialisasikan di sekolah. Nilai-nilai yang sifatnya universal, seperti jujur, disiplin, kerja keras,” katanya di kesempatan yang sama.
Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan juga akan dilakukan dengan merangkul komunitas budaya dan tokoh masyarakat. Komunitas budaya dan tokoh masyarakat dinilai memiliki komitmen terhadap nilai-nilai positif, seperti cinta tanah air, kesetiakawanan sosial, anti korupsi, serta menjunjung etika dalam berpolitik.
Kemudian melalui Direktorat Internalisasi Budaya dan Diplomasi Budaya Ditjen Pendidikan Kemdikbud, ada tiga kegiatan utama yang akan dilakukan dalam Gerakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Kebudayaan. Pertama, Penanaman Nilai Budaya di Lingkungan Sekolah. Kegiatan ini akan memberikan bekal kepada para kepala sekolah dan guru SMP di sepuluh provinsi, yaitu Aceh, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, NTB, dan Sulawesi Selatan.
Kegiatan kedua adalah Pembangunan Karakter Bangsa Komunitas dan Budaya. Kegiatan ini menekankan pada nilai-nilai kepedulian dan kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap budaya melalui kerja sama dengan komunitas budaya. Untuk tahap pertama, dilakukan di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan NTT. Sedangkan kegiatan ketiga adalah Gerakan Bersih Desa Budaya. Kegiatan ini difokuskan pada desa-desa yang masih menjalankan tradisi, dan mampu menopang komunitas lokal. Tahapan pertama dilakukan di enam wilayah, yaitu Laweyan, Lasem, Setu Babakan, Sasirangan, Pandesikek, dan Cuci Nagari Maluku. Sumber berita www.kemdikbud.go.id
Langganan:
Postingan (Atom)